Judul Tugas : Memproduksi dokumen di komputer
Langkah Kerja :
a.
Mempersiapkan alat dan bahan (ATK) yang akan digunakan
b.
Siapkan program Microsoft
word pada komputer Anda
c.
Gunakan jarak 1.5 spasi
d.
Font Times New
Roman
e.
Font size 12
f.
Ketik terlebih dahulu Nomor dan
Nama peserta, kemudian tekan enter.
g.
Mengetik naskah yang sudah disediakan menggunakan Microsoft word
h.
Setelah selesai melakukan
pengetikan naskah, silahkan tekan enter, kemudian klik “view and print result”. Cetak hasil Typing
Test anda pada HVS A4
i.
Hasilnya diserahkan
pada penguji
j.
Bila ada masalah dengan alat atau
soal, tanyakan kepada pengawas pelaksana atau Panitia
|
NASKAH MENGETIK KECEPATAN DENGAN TYPING MASTER SELAMA 10 MENIT ARSIP ELEKTRONIK Perkembangan
dan pertumbuhan informasi sejak beberapa tahun terakhir ini berjalan sangat
cepat. Perubahan informasi tidak lagi terjada dalam hitungan tahun, bulan,
atau hari. Akan tetapi sekarang ini, perubahan informasi terjadi dalam
hitungan jam, menit, atau bahkan detik. Setiap orang membutuhkan informasi
untuk kepentingan pekerjaan pribadi maupun untuk kepentingan organisasi.
Informasi telah menjadi salah satu sumber daya bagi suatu organisasi, dan
kedudukannya sejajar dengan sumber daya yang lain seperti uang, manusia,
mesin, dan material. Tanpa informasi, seseorang tidak dapat mengembangkan
kehidupannya secara optimal. Demikian pula suatu organisasi, tanpa memiliki
informasi yang akurat akan mengalami kesulitan dalam mewujudkan tujuannya.
Bahkan saat ini, informasi dapat dikatakan sebagai senjata bagi setiap orang.
Barang siapa memiliki informasi lebih cepat, lengkap, dan akurat, maka akan
menjadi pemenang dalam kancah pekerjaannya. Keadaan yang demikian ini
disebut sebagai era informasi. University of California, Berkeley’s School of
Information Management and Systems (Read &
Ginn, 2011:2) pernah melakukan penelitian tentang pertumbuhan informasi pada
tahun 1999 sampai 2002. Salah satu hasil penelitian tersebut menunjukkan
bahwa sejak tahun 1999 sampai 2002 telah dihasilkan informasi baru sebanyak 5
exabytes yang tesimpan dalam media cetak, film, magnetik, dan media
optik. Jumlah informasi baru diprediksi akan bertambah dua kali lipat pada
tiga tahun berikutnya. Sampai pada tahun 2015 sekarang ini, kemungkinan
pertambahan jumlah informasi baru lebih besar lagi dibandingkan temuan pada
tahun 2002 tersebut. Informasi yang dihasilkan oleh aktivitas organisasi
terdiri dari berbagai bidang dan dibutuhkan oleh berbagai pihak, sehingga
memerlukan adanya pengelolaan khusus agar informasi tersebut dapat ditemukan
dengan segera sesuai dengan kebutuhan setiap orang. Informasi yang terekam
sebagai bukti kegiatan suatu organisasi sering disebut dengan istilah
arsip. Arsip yang dihasilkan oleh suatu organisasi pada masa
sekarang ini sebagian masih berupa hard copy berbasis kertas, dan
sebagian lainnya berupa soft copy dalam bentuk file elektronik.
Sejalan dengan kebutuhan organisasi terhadap tersedianya informasi secara
cepat, tepat, dan aman, maka pengelolaan arsip mulai berkembang dalam bentuk
pengelolaan arsip secara elektronik. Sebagian besar organisasi bisnis maupun pemerintahan di
era sekarang ini telah banyak menghasilkan dokumen dalam bentuk elektronik.
Menurut Read & Ginn (2011:313) “electronic record is a record stored
on electronic storage media that can be readly accessed or changed”.
Arsip elektonik merupakan arsip yang disimpan dalam media penyimpanan
elektronik yang dapat diakses atau diubah. Lebih lanjut Read & Ginn
menambahkan bahwa “electronic records may contain quantitative data, text,
images, or sounds that originate as an electronic signal”. Arsip
elektronik dapat berisi data kuantitatif, teks, gambar, atau suara yang
bersumber dari sinyal elektronik. Proses pengelolaan arsip elektronik memiliki perbedaan
dengan pengelolaan arsip manual. Menurut Read & Ginn (2011:119) siklus
pengelolaan arsip elektronik terdiri dari: creation and storage, distribution
and use, maintenance, dan disposition. Perbedaan antara siklus arsip manual dan arsip
elektronik terlihat pada tahap penciptaan, penyimpanan, distribusi, dan
penggunaan. Pada pengelolaan arsip manual, masing-masing tahap berdiri
sendiri sebagai suatu proses kegiatan. Sedangkan pada siklus arsip
elektronik, proses penciptaan dan penyimpanan berlangsung dalam satu tahap,
serta proses distribusi dan penggunaan juga berjalan dalam satu tahap.
Berdasarkan siklus hidup arsip elektronik tersebut, maka dapat dimengerti
bahwa pengelolaan arsip secara elektronik lebih efisien. |


